Pekalongan, 13 Mei 2025 — Suasana kompetitif dan semangat yang tinggi semakin terasa di MTs Almaliki Cendekia Kota Pekalongan menjelang dilaksanakannya Penilaian Akhir Tahun (PAT) bagi siswa dan siswi, yang akan berlangsung dari 13 hingga 21 Mei 2025. Kegiatan PAT ini menjadi momen penting bagi para siswa untuk menunjukkan performa terbaik mereka dan meraih peringkat tertinggi di akhir tahun pembelajaran 2024/2025.
Pada hari pertama pelaksanaan PAT, para siswa terlihat antusias memasuki ruang ujian, mempersiapkan diri dengan penuh harap untuk mengukir prestasi. Suasana semakin meriah dengan peresmian secara simbolis yang dilakukan oleh Kepala Madrasah, Ustadz Anas Yoga Nugroho, bersama Ketua ASC Putra, Petung Prabu Rajawali, dan Ketua ASC Putri, Aura Salsabila Umardi. Peresmian ini menandai dimulainya rangkaian ujian yang diikuti oleh seluruh siswa dengan semangat yang luar biasa.
Ustadzah Lulu' Arifatul Chofi, selaku pengajar di MTs Almaliki Cendekia, menjelaskan bahwa Penilaian Akhir Tahun kali ini tidak hanya menguji kemampuan akademik siswa melalui ujian tertulis, tetapi juga memperhitungkan nilai dari kegiatan non-akademik, seperti keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kedisiplinan. “Kami ingin mencetak siswa yang unggul tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan, tetapi juga dari segi karakter dan kedisiplinan. Semua aspek ini penting untuk perkembangan mereka,” ujar beliau.
Siswa-siswi MTs Almaliki Cendekia tidak hanya berlomba untuk meraih nilai tertinggi, tetapi juga menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kualitas pendidikan mereka hingga akhir tahun. Para guru pun memberikan bimbingan dan tambahan waktu belajar guna memastikan bahwa setiap siswa siap menghadapi ujian dengan penuh percaya diri.
Dengan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh siswa, MTs Almaliki Cendekia optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kontributor:
Petung Prabu Rajawali,
Hafidz Sultan Abid,
Risky Putra Pratama,
Pratama Dirga Ramadanis,
Surya Adiguna
Redaktur:
Ustadzah Jauhara Zainun Farah

Madrasah yang berfokus mencetak generasi-generasi yang unggul dalam pengusaan IPTEK dan unggul dalam adab/tingkah laku
Madrasah yang berfokus mencetak generasi-generasi yang kuat dalam Dzikir
Madrasah yang berfokus mencetak generasi yang terus bergerak dan berprestasi
Madrasah yang berfokus menanamkan semangat untuk berlomba-lomba menjadi sejarah (menuliskan prasasti di masanya) dalam jalannya perkembangan ilmu
Kolaborasi dengan MAN Insan Cendekia Pekalongan dalam menyusun kurikulum Madrasah Akademik. Mendorong peserta didik untuk menjuarai kejuaraan/olimpiade bidang studi baik skala kota/kabupaten, provinsi dan nasional.
Asrama mengajarkan nilai-nilai dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pesantren salaf
Madrasah mendorong peserta didik untuk mampu terlibat dalam penelitian-penelitian. Salah satunya dengan menyelenggarakan mata pelajaran KTI (Karya Tulis Ilmiah)
Madrasah berkolaborasi dengan unit pendidikan lain dibawah naungan Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan yaitu Pondok Pesantren Al Maliki untuk menyelenggarakan program takhassus turots.


Kajian Kitab Kuning sebagai bentuk Program Takhassus Turots yang dilakukan MTs Almaliki Cendekia. dilaksanakan setiap sore hari mulai pukul 15:45 WIB sampai 17:00 WIB.

Pembina Yayasan
Secara konkret, Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan sebagai induk dari majelis taklim Al Maliki menjalankan kegiatan-kegitan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Di bidang pendidikan, Yayasan bercita-cita membangun lembaga pendidikan yang mampu mensinergikan antara pendidikan salaf dan pendidikan formal di seluruh jenjang pendidikan. Sebagaimana dicita-citakan KH. M. Saifuddin Amirin, Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan ini diharapkan mampu berkontribusi melahirkan generasi cerdas, mandiri, berwawasan luas, pengayom yang mampu mengimpelemtasikan khazanah keilmuan Islam di dalam menjawab tiap persoalan yang dihadapi masyarakat yang didukung pula oleh kekayaan ilmu pengetahuan lainnya.